Escape!

Pernah denger kata-kata yang bilang kalo kita disuruh nyiptain hidup yang bikin kita nggak perlu ngelakuin hal semacam pelarian. Hmmm~

Siapa sih yang udah ngejalanin hidup kaya gitu? Hidup mah gaada yang sempurna, adaaaa aja ngerasa kurangnya, adaaa aja capeknya, ngeluhnya. Jadi, kayanya hidup ya emang butuh pelarian. Ngilang dari aktivitas, putus hubungan sama hape, get lost di tengah hutan.

And I’ve feel it recently. Tiduran natap bintang, nyatu sama alam lebih dan lebih, dikelilingi karang..

Escape yang bener-bener escape dari semua escape yang pernah dilakuin selama ini. Kemana?

Kesini...
Sempu Island, 6-7 September 2014

Budak Akademis

Sayangnya api di kepala gak bisa dipadami pake ini.
Akhir-akhir ini lingkungan lagi nggak kondusif. Banyak yang suka marah-marah ga jelas, kesel ga jelas, badmood tiba-tiba, nyinyir sana sini. Kenapa? Feeling like hell.

Pengaruh semester neraka emang sih. Tapi ya gimana ya. Kadang memang menyebalkan aja gitu, buat yang nggak bisa prioritasin mana yang lebih dulu musti dikerjain.

Banyak kegiatan, ngerjain semuanya, aktif sana sini, drop. Imbasnya? Yang paling utama nggak bisa dikerjain. Yah buat beban ke rekan sesama kelompok, kadang.

Kadang juga nemu manusia yang nularin badmoodnya ke sekitar. Bikin suasana nggak enak banget, suer. Gimana ya, mau ngasih tau juga sungkan.

Diimbangi juga buat yang suka ngejudge asal-asalan, plis jangan. Setiap orang punya tanggungjawabnya masing-masing emang. Orang punya hal penting buat diurus, kita juga punya. Dan hal itu pasti beda. Kita nggak bisa maksain orang mikir sama kaya kita, orang harus begini kaya yang kita mau, begitu kaya yang kita pikir bener. Saling ngerti aja.


Karna yang maksa-maksa itu nggak baik toh...

Ini bisa jadi toyoran buat diri sendiri sih. Semoga bisa saling memperbaiki.

Doa

Kemarin aku berdoa pada Tuhan

Agar dijadikannya aku manusia

Agak kurang waras rasanya

Namun ya ini

Sebuah doa dari seorang penentang arus

Yang berpikir semestanya hewan semua

*

Lagi gumam-gumamin liriknya Sting – Englishman In Newyork, lagu yang sempat disebut Andrea Hirata yang saya lupa entah di Laskar Pelangi atau Edensor. Enggak tau deh kenapa lagu itu yang tiba-tiba berdengung sendiri di telinga pas nulis puisi ga jelas ini.

I’m an alien, I’m a legal alien, I’m an Englishman in Newyork~

Newyork, United States. He don’t drink coffee he take tea, dear... Dear? Dear siapa? Ohiya lupa, british kan sekonyongnya aja manggil stranger pake dear. Atau darling, atau luv. Ramah sekali ya. He? Sampe sekarang penasaran sosok pria Inggris yang nyasar ke Amrik ini kaya gimana. Fiuh.


Yang jelas dia nentang arus. Ya gak? Ya gak? Iyain ajadeh.

Renungan Di Kereta

Image from: Google
Hampir ketinggalan kereta
Berat rasanya melangkah meninggalkan kota paling mudah dirindukan sedunia
Meninggalkan delapan manusia-manusia kecil yang menyenangkan, tiap hari membangunkan tidur dengan suara pertengkaran-pertengkaran kecil dan ocehan sayup tak jelas, meminta peluk dan jalan-jalan
Sampai jumpa lagi keluargaku

*

Ada sebuah cerita di persinggahan yang namanya jadi lagu ini
Cerita tentang perpisahan kesekian
Rindu yang akan ada atau tidak, hadir atau enggan, merekah atau layu
Tentang isak diam-diam dari balik jendela kereta yang mulai melaju

*

Di gerbong ini tak ada yang menjadikannya sebagai tujuan akhir
Ia hanya jadi persinggahan
Kasihan

*

Andai kereta ini singgah sedikit lebih lama
Aku ingin melarikan diri sebentar ke Simpang Lima
Walau tak sebesar ingin ke Eiffel
Kapan-kapan kau kudatangi ya
Tunggu disitu
Waktuku belum ada

*

Orang-orang tertidur pulas
Dua anak kecil meniup peluit mainan dan tertawa-tawa
Berisik
Namun mereka lucu sekali (tak ada anak kecil yang tak lucu)
Tidak mau tau apa semua orang marah karena kegaduhan yang mereka lakukan, mereka tetap bermain
Bahagia
Jauh beda dengan dewasa, terkungkung aturan-aturan
Serta penghakiman antar manusia.


(Tugu Yogyakarta-Solo Balapan-Nganjuk-Kediri-Tulungagung-Blitar-Kepanjen-Malang Kotalama-Malang,  9-10 Agustus 2014)

Late Post: Blog's 3rd Anniversary

Mungkin tulisan-tulisan saya nggak layak disebut puisi dan semacamnya, namun saya harus menganggapnya begitu karena hanya itu cara buat saya menghargai rasa suka nulis. Mungkin tulisan-tulisan saya nggak ada yang memahaminya dan nggak punya makna buat yang memiliki kemampuan menulis lebih, namun sesungguhnya apa yang udah tertulis cuma buat menuangkan rasa. Saat nulis, saya nggak peduli apapun, diksi, rima, dan lainnya. Saya sombong saja menganggap siapapun yang membaca mengerti apa yang saya rasakan dan alami.

Siapapun ia, siapapun yang berbaikhati membaca tulisan saya, terima kasih banyak ya. Saya berharap suatu saat bertemu orang-orang itu, yang membaca dan mengerti, bahkan siapa tau melewati hal yang sama. Kalau saat itu datang, saya bakal jadi orang paling bahagia di bumi.

Saya dengan segala keterbatasan mencoba untuk mengabadikan hidup dalam tulisan pun gambar. Mencoba membuatnya terlihat baik-baik, membuat hal-hal kecil menjadi suatu keindahan besar. Saya nggak terlalu peduli seberapa banyaknya yang merasa aneh, heran, dan bahkan kesal saya tak pernah absen membagikannya.

Karena, semua ini semata-mata hanyalah cara saya menghilangkan sepi dan berekspresi.

Selamat ultah yang ketiga tahun blog tercinta :)

- 28 Juni 2014

(Habis ngebaca http://febiolaaditya.blogspot.com/2012/07/satu-tahun-untuk-tulisan-feby.html tulisan buat utah blog yang pertama, waktu itu namanya masih Tulisan Feby, wish nya gak jauh beda ehehe. Wih ga kerasa udah 3 tahuuun, semoga semakin produktif. Aamiin...)

Salam senyum,

Feby.